Amerika Selatan Kehilangan Taring di Piala Dunia

Agen Bola Piala Dunia 2018 – Pertarungan negara-negara Eropa dan Amerika Selatan di Piala Dunia yang berlangsung selama 44 tahun kini sirna.

Amerika Selatan Kehilangan Taring di Piala Dunia Agen Bola Piala Dunia 2018
                                Amerika Selatan Kehilangan Taring di Piala Dunia – Agen Bola Piala Dunia 2018

Mulai Piala Dunia 1962 hingga 2006 secara bergantian kekuatan negara-negara Eropa dan Amerika Selatan berkuasa di Piala Dunia.

Argentina dan Brasil mewakili zona CONMEBOL sedangkan Jerman, Italia, Inggris dan Prancis menjadi wajah kekuatan dari zona UEFA.

Hingga akhirnya usai Italia meraih gelar keempat pada 2006, lalu Spanyol menjaga trofi Piala Dunia 2010 dan Jerman memastikan kekuasaan Benua Biru di Brasil empat tahun kemudian.

Kini di Piala Dunia tahun ini negara-negara Amerika Selatan kembali terguling dalam persaingan meraih trofi bergengsi di persaingan antar benua.

Dari lima wakil yang maju ke putaran final, Uruguay dan Brasil menjadi dua negara yang melangkah paling jauh di Rusia 2018 itu pun cuma mencapai babak perempat final.

Keduanya tersingkir oleh wakil dari Eropa, Prancis dan Belgia, yang memang berstatus sebagai unggulan utama di Piala Dunia 2018.

Negara-negara besar yang menjadi motor tim Amerika Selatan adalah salah satu dalil menjagokan Brasil, Argentina, dan Uruguay atau Kolombia di Piala Dunia 2018.

Neymar, Lionel Messi, Luis Suarez dan James Rodriguez adalah bintang masa kini. Tapi tanpa kerja tim, para bintang tersebut akan terlihat seperti pemain biasa-biasa saja.

Negara-negara Eropa yang masih bertahan di Piala Dunia 2018 macam Prancis, Belgia, Inggris, dan Kroasia cukup paham tampil dengan kolektivitas tim yang mantap untuk menghentikan serangan lawan.

Kekompakan dalam menyerang dan bertahan berhasil meleburkan faktor kebintangan dari lawan-lawannya.

Meski ada momen brilian yang tercipta dari permainan atau aksi individu di dalam sebuah laga, tetap saja sepak bola adalah olahraga konektivitas yang membutuhkan kerja sama seluruh pemain.

Sehingga tidak bergantung terhadap satu pemain bintang saja yang bakal menjadi senjata bumerang bagi tim itu sendiri.

Selain faktor pemain bintang, kegagalan negara Amerika Selatan juga sama seperti negara unggulan lain yang tidak sanggup membuat penyelesaian akhir setelah berlama-lama menguasai bola.

Argentina dan Brasil tercatat adalah negara dengan penguasaan bola tertinggi di Piala Dunia 2018. Kecuali Spanyol dan Jerman, Argentina juga memiliki rata-rata penguasaan bola melebihi 60 persen. Sedangkan Brasil hampir 57 persen.

kapabilitas penyelesaian kedua kesebelasan unggulan itu berhasil diredam para pemain lawan.

lumpuhnya produktivitas gol negara Amerika Selatan juga tampak dari daftar topskor di Piala Dunia 2018. Tidak ada yang mampu menembus jumlah tiga gol kecuali Edinson Cavani.

Pada partai Uruguay melawan Prancis, Cavani tidak bermain namun Luis Suarez tetap ada di lapangan. Kenyataan itu tidak langsung menjadi berita gembira karena Les Bleus berhasil membuat Suarez tak bisa berbuat banyak lantaran tidak mendapat bola di dalam kotak penalti.

Keberadaan para pemain bintang Amerika Selatan yang merumput di klub-klub seperti Barcelona, Paris Saint-Germain, membuat para pemain Eropa paham dengan kelemahan dan kekuatan mereka.

Pelatih negara-negara Eropa juga memiliki peran penting dalam menerapkan pendekatan taktikal yang berujung kemenangan. Didier Deschamps, Roberto Martinez, atau Zlatko Dalic memiliki taktik permainan untuk memaksimalkan kekuatan tim yang memperkaya banyak gaya bermain anak asuh masing-masing.

Daftar Agen Bola Piala Dunia - Asianbet77.net

Sementara Tite, Jorge Sampaoli, Oscar Tabarez, Jose Pekerman atau Ricardo Gareca yang tergolong lebih senior tampak macet dalam menerjemahkan keinginan kepada para pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *